Preaload Image


14440694_745946238879520_854589346300780041_n
“Fakultas tarbiyah boleh ada di mana saja tapi STITQI unik karena berada di pesantren, yaitu pesantren al-Ittifaqiah Indralaya”, demikian ungkap ustadz Muhyidin, M.A. saat memberikan kata sambutan dalam pembukaan MASTAMA (Masa Ta’ruf Mahasiswa) STITQI 2016-2017 (23/09).
Keunikan itu memberikan nilai lebih pada STITQI dan mahasiswanya. Karena Al-Ittifaqiah
mengedepankan al-Quran sebagai ciri khas maka STITQI juga mengedepankan ciri yang sama. “Saat ini unerversitas terkemuka semisal Oxford dam Cambridge menggunakan pola pendidikan yang berlangsung di pesantren. Di sana di tengah setiap komplek pendidikannya didirikan gereja dan berbagai fasilitas pendidikan keagamaan lainnya sebagaimana keberadaan masjid di pesantren”, papar Ketua STITQI tersebut. perguruan
Pada kesempatan tersebut dia juga menyatakan rasa syukur karena jumlah mahasiswa STITQI terus bertambah dari hari ke hari. Tahun sebelumnya mahasiswa baru berjumlah 172 orang dan pada tahun ini meningkat 22% menjadi 211 orang. “Peningkatan jumlah mahasiswa tersebut menegaskan bahwa STITQI dengan segala kelemahan dan kelebihannya bukan perguruan tinggi ecek-ecek.”
Acara pembukaan MASTAMA ini dibuka dengan pengguntingan pita dan pelepasan balon oleh ketua Yayasan Islam Al-Ittifaqiah yang didampingi oleh Ketua STITQI, Mudir dan para Wakil Mudir pesantren Al-Ittifaqiah serta para pengurus dosen STITQI Ketua Panitia MASTAMA 2016 Aziz Fikri Ali Alfatah.
Menurut Aziz, sapaannya, para mahasiswa baru dibagi dalam 14 kelompok. Mereka akan mengikuti kegiatan ini sampai hari Minggu 25 September 2016.

[nggallery id=24].