Dari Anti-Bullying hingga Kaca Cembung: Jejak KKN IAIQI di Desa Kerta Mulia

Mahasiswa Hadirkan Pendidikan Karakter dan Inovasi Teknologi Tepat Guna

Gelumbang, Agustus 2025 — Desa Kerta Mulia, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, bulan ini menjadi ruang belajar bersama yang hidup. Bukan sekadar tempat singgah, desa ini menjelma laboratorium sosial bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Al-Qur’an Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya. Dalam sepekan, dua program unggulan digulirkan: pendidikan karakter untuk pelajar dan inovasi teknologi sederhana berbasis optik.

Pada 5, 6, dan 9 Agustus, tim mahasiswa menggelar sosialisasi bertema “Anti-Bullying Tingkat SD, SMP, dan SMA.” Tema itu lahir dari keresahan atas maraknya kasus perundungan di sekolah, yang sering mengikis kepercayaan diri siswa bahkan meninggalkan trauma panjang.

Dengan format diskusi interaktif, pemutaran video, permainan kelompok, hingga penandatanganan deklarasi anti-bullying, para mahasiswa menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman dan menyenangkan. “Bullying bukan sekadar kenakalan, tapi luka yang bisa panjang dampaknya,” ujar salah seorang narasumber dari tim KKN.

Tak berhenti di isu sosial, pada 19 Agustus mereka menghadirkan program lain yang tak kalah menarik: “Optimalisasi Pemanfaatan Kaca Cembung sebagai Media Edukasi dan Inovasi Teknologi.” Di Balai Desa Kerta Mulia, warga diperkenalkan pada konsep optik sederhana yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari: dari cermin lalu lintas, alat bantu pengamatan, hingga media belajar fisika. Demonstrasi, workshop pembuatan media edukasi, hingga diskusi bersama warga membuat kegiatan ini terasa aplikatif dan membumi.

Dua program ini menghadirkan manfaat berlapis. Siswa memperoleh keberanian menolak perundungan sekaligus pemahaman baru tentang fisika. Guru dan sekolah mendapatkan bahan refleksi untuk menciptakan suasana belajar yang lebih sehat. Sementara masyarakat desa merasakan manfaat pengetahuan teknologi tepat guna yang bisa diterapkan dalam aktivitas harian.

Bagi mahasiswa, KKN di Kerta Mulia bukan hanya tugas akademik, melainkan ruang aktualisasi ilmu dan latihan empati. Dari mengajak pelajar melawan bullying hingga memperlihatkan potensi kaca cembung, mereka meninggalkan jejak pengabdian yang sederhana, tapi nyata dan berdaya guna.

Kerta Mulia, akhirnya, bukan sekadar lokasi KKN. Ia menjadi panggung pertemuan antara ilmu, pengalaman, dan kemanusiaan.

Jangan lupa di share ke sosial media :

Informasi

Pimpinan

Rektor
Dr. Hj. Muyasaroh, M.Pd.I.
Wakil Rektor I
Dr. H. Bakhrum, M.Ed.
Wakil Rektor II
M. Ali Sodikin, M.Pd.
Wakil Rektor III
Dr. Zaimuddin, M.S.I.
Ka. Biro AUAK
Awaludin, M.Pd.
Direktur Pascasarjana
Dr. H. Firdaus Basuni, M.Pd.
Dekan Tarbiyah
Dr. Cittra Juniarni, M.Pd.I.
Dekan Ushuluddin
Dr. Paizaluddin, M.Pd.I.
Dekan Febi
Dr. Zainuddin, M.Pd.I.

Pengumuman

Scroll to Top